Muslimah

389 Peserta Hadiri Tasyakuran Dirosa 2026 Pangkep, Teguhkan Cinta dan Perjuangan Bersama Al-Qur’an

PANGKEP — Sebanyak 389 peserta menghadiri kegiatan Tasyakuran Dirosa 2026 yang diselenggarakan oleh Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep pada Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WITA di Gedung Dewakang, Bungoro, ini mengangkat tema “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan.”

Tasyakuran Dirosa menjadi bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah berjuang mempelajari dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an serta berusaha istiqamah menghadiri majelis-majelis Al-Qur’an. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mensyukuri proses belajar yang telah dilalui dan menguatkan semangat untuk terus membersamai Kitabullah.

Hadir sebagai pemateri, Ustadzah Kurnaemi Anita, S.T., S.H., M.EI., dosen IAI STIBA Makassar sekaligus Founder Sakinah Community Indonesia. Dalam materinya, ia mengajak peserta untuk memahami bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada perasaan, tetapi harus diwujudkan melalui pengorbanan dan perjuangan.

“Mencintai Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan perasaan atau ucapan. Cinta yang sesungguhnya harus melahirkan pengorbanan, dan pengorbanan itulah yang akan mengantarkan kita pada perjuangan untuk terus dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan dan komitmen. Meluangkan waktu untuk belajar, memperbaiki bacaan, serta menjaga istiqamah dalam menghadiri majelis Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep, Ustadzah Rahmawati Maulana, S.Pd., menegaskan bahwa Tasyakuran Dirosa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan buah dari perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan perjuangan.

Menurutnya, proses belajar Al-Qur’an tidak selalu mudah. Ada waktu, tenaga, kesungguhan, bahkan air mata yang menyertai perjalanan para peserta hingga sampai pada tahap ini. Karena itu, kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata dari kesungguhan dalam mencintai Al-Qur’an.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Hj. Najemiah, S.P., Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ia berharap semangat mempelajari Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan meluas, tidak hanya di lingkungan peserta Dirosa, tetapi juga di tengah masyarakat Kabupaten Pangkep hingga menjadi bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di Indonesia.

Melalui Tasyakuran Dirosa 2026, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep berharap para peserta tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih, tetapi terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas bacaan, dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an adalah proses yang terus berlanjut. Sebuah perjalanan yang membutuhkan cinta, pengorbanan, dan perjuangan agar setiap langkah dalam mempelajari Kitabullah bernilai ibadah di sisi Allah Subehanahu wa ta’ala.(Hmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *