BeritaMuslimah

“Musibah Menguji, Iman Menguatkan”, GMT 2026 Ajak Muslimah Pangkep Perkuat Iman dan Silaturahmi

PANGKEP — Sebanyak 306 muslimah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangkep mengikuti Gema Majelis Taklim (GMT) 2026 yang diselenggarakan oleh Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep, Ahad (25/10/2026).

Mengangkat tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan: Jaga Bangsa dari Kehancuran Moralitas”, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WITA di Aula Kantor Bupati Pangkep tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan peran majelis taklim dalam membina umat.

Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan para muslimah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangkep, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan kembali peran majelis taklim sebagai ruang belajar, pembinaan, dan penguatan keimanan di tengah masyarakat.

Hadir sebagai pemateri, Ustadzah Luthfah Djabrud, S.Si., muballighat majelis taklim dan instansi sekaligus trainer kepemimpinan. Dalam materinya, ia mengajak peserta memahami bahwa musibah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

“Setiap manusia pasti akan berhadapan dengan musibah, karena kehidupan selalu berjalan bersama kebahagiaan dan kesedihan. Karena itu, kita perlu memiliki pemahaman yang benar tentang musibah. Musibah memang datang sebagai ujian, tetapi imanlah yang akan menjadi kekuatan bagi seorang Muslim untuk melewati ujian tersebut,” jelas Ustadzah Luthfah.

Ia juga mengingatkan peserta tentang firman Allah dalam QS. Al-Hadid ayat 22 yang menjelaskan bahwa berbagai musibah telah ditetapkan oleh Allah. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk sikap seorang Muslim agar tidak mudah larut dalam kesedihan ketika menghadapi ujian, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep, Ustadzah Rahmawati Maulana, S.Pd., turut menekankan pentingnya tema GMT 2026 bagi kehidupan muslimah.

“Tema ‘Musibah Menguji, Iman Menguatkan’ sangat dekat dengan kehidupan kita. Melalui Gema Majelis Taklim ini, kita ingin menjadikan majelis taklim sebagai salah satu jalan untuk membentuk muslimah yang semakin kuat dalam menghadapi berbagai ujian yang Allah berikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) Muslimah Wahdah Pangkep, Ustadzah Nur Azmi Asiz, S.Pd.I., menyampaikan bahwa GMT 2026 bukan sekadar menjadi ruang berkumpul bagi para muslimah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan langkah bersama para penggerak majelis taklim.

Ia menegaskan bahwa FKMT hadir sebagai jembatan komunikasi dan wadah pelayanan bagi majelis taklim agar dapat terus bersinergi dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Sekretaris Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pangkep, Yaya Fauziah, S.E. Ia mengajak seluruh elemen majelis taklim untuk terus membangun silaturahmi dan memperkuat sinergi tanpa sekat, baik antara BKMT kecamatan, pengurus Muslimah Wahdah, maupun BKMT Kabupaten Pangkep.

Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Para peserta diajak untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tuberkulosis serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini terhadap penyakit yang berisiko dialami perempuan.

Kegiatan GMT 2026 dibuka oleh Hj. Andi Yuliana Rahman, yang menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan majelis taklim sebagai salah satu bagian penting dalam pembinaan umat.

“Majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk menuntun hati agar semakin dekat kepada Allah. Dari majelis taklim diharapkan lahir perempuan-perempuan yang kuat imannya, baik akhlaknya, dan mampu menjadi pendidik utama bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga menilai majelis taklim memiliki peran strategis sebagai ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, membangun keluarga yang sakinah, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang religius.

Ia berharap GMT 2026 tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembinaan umat, dan memperluas manfaat dakwah di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan Kabupaten Pangkep.

Melalui GMT 2026, DPD Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Pangkep berharap silaturahmi antarmajelis taklim semakin kuat dan terjalin sinergi yang lebih luas dalam membina masyarakat.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana menghadapi musibah, tetapi bagaimana menjadikan setiap ujian sebagai jalan untuk memperkuat iman. Musibah mungkin tidak selalu dapat dihindari, tetapi dengan iman, seorang Muslim memiliki kekuatan untuk menghadapinya dengan sabar, tegar, dan tetap berharap kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *